Perjalanan Liburan ke Mandiangin - Pertama Kali Naik ke Puncak Gunung




Pertama kali naik ke puncak gunung, rasanya itu ada sensasi tersendiri. 

Moshimoshi.. 🧚‍♂️ Kali ini aku lagi tidak membicarakan tentang makeup atau pun tentang skincare tetapi kali ini kita Liburan.

Yuhu 😍 walaupun liburan kali ini masih di dalam Kota aku sendiri tetapi hal ini bisa membuat aku untuk menghilangkan setress dan kesuntukan akan ramainya kota.

Liburan kali ini kita ke Mandiangin. Mandiangin ini adalah tempat wisata air terjun di Banjarmasin. Selain air terjunnya tentu kita bisa mendaki gunungnya. Bukan mendaki juga sih, lebih tepatnya menaiki sampai puncak gunungnya karena ada jalan aspal yang disediakan.

Langsung saja ya kita berceritanya. Jadi, kira-kira 2 minggu yang lalu tepatnya pada hari Minggu. Aku sudah merencakan untuk liburan ini barsama dengan kakak aku dan juga teman-temannya. Nah, teman kakak aku ini bukan orang Banjarmasin melainkan orang Palangkaraya yang bertugas di Banjarmasin.

Start-nya tentu saja dimulai dari rumah aku sendiri. Rumah aku itu  di Sungai Baru, kampung ketupat. Bagi yang tidak tahu Sungai Baru, kalian bisa mencari Pal 1 di google maps, pasti ketemu kok.

Jadi, kami ke Mandiangin ini rencananya mau ke tempat wisatanya yang di air terjunnya dan tidak ada berencana ke lain-lain ya.

Aku itu dimulai perjalanannya dari rumah aku di Sungai Baru, kalau kalian tidak tahu Sungai Baru anggap saja dari Pal 1 ya. Perkiraan akan sampai dai Pal 1 ke Mandiangin itu adalah 1 jam lebih ya. Sebelum masuk ke Mandiangin tentu ada bayarannya, kalau dahulu itu tidak ada bayaran sama sekali jika hari biasa dan akan ada bayaran kalau hari Minggu atau weekend saja ya tetapi sekarang itu berbayar walaupun bukan hari minggu atau weekend. Iya, dulu itu tidak bayar karena hari biasa tidak ada yang menjaga sedangkan sekarang sudah ada yang menjaganya. Jadi, bayar masuknya kalau tidak salah 1 motor dengan 2 orang itu adalah 36 ribu ya. Jauh lebih mahal daripada bayaran dulu yang cuma 5k sampai 10k saja. Ya, mungkin karena sekarang sudah mulai dikelola sama pemerintah ya.

Ketika sudah sampai di Mandiangin kami tidak langsung ingin ke air terjunnya lah ya tetapi ingin beristirahat sejenak dulu. Jadi, kami memutuskan untuk duduk di salah satu warung yang ada disana. Sembari makan, sekalian juga bertanya-tanya apakah air terjunnya ada airnya  gitu dan segala hal lainnya ditanyakan. Makan di warung disini itu murah, cuma bayar 12k saja sudah bisa makan mie dan juga es susu ya.

Ketika nanya tentang ada air tidaknya air terjunnya tadi sama pemilik warung, ternyata jawabannya adalah tidak ada airnya karena musim kemarau. *so sad :( Iya, disini air terjunnya emang seperti itu, dia mengikuti musim. Jadi, kalau musim hujan tentu saja airnya akan mengalir dengan derasnya dan sebaliknya.

Eittss.. tapi santai dulu walau tidak ada airnya, kami tidak mau perjalanan kami ini menjadi sia-sia belaka dan kami tidak mungkin juga tiba-tiba balik ke rumah masing-masing karena sudah jauh berjalan. Ya, walau yang sudah datang jauh-jauh agak sedikit kecewa karena tidak bisa mandi di air terjunnya sih. 😭

Akhirnya kami memutuskan untuk naik ke puncak gunungnya walaupun sebenarnya sebelumnya aku sering kesini tapi aku tidak pernah naik ke atas gunungnya. Enaknya naik ke gunung ini, ada jalur kenderaannya dong jadi tidak perlu mendaki yang begitu melelahkan dari bawah sampai ke atas.

Ini adalah kali pertama aku naik jadi rasanya itu kek serem banget dan super ekstrim. Kalian bayangkan aja naik gunung menggunakan kenderaan roda dua. πŸ™ˆ Ya, walaupun menakutkan dan ekstrim, rasanya tidak mungkin aku tinggal di bawah gunung saja sedangkan kakak aku sama teman-temannya naik. Yo, gas saja aku juga ikut. πŸ˜…

Jadi, naiklah kami semua ke atas dengan menggunakan kenderaan dan ini adalah pertama kalinya aku untuk naik ke atas puncaknya gunung di Mandiangin. Aku itu sering banget kesini tetapi sebelumnya tidak pernah naik ke atas sama sekali karena tidak diboleh Bapa sama sekali. 🀭

Nah, jalan naiknya ini ekstrim sekali karena sisi kirinya itu tak ada batasan jadi bisa langsung liat ke bawah gitu tanpa ada halangan apapun dan kalau jatuh ya langsung jatuh dari atas gunung. πŸ™ˆ Kan serem banget.

Saat naik ke atas ini banyak yang dilewati termasuk Kolam Belanda. Pada saat aku melewatinya, dia lagi perbaikan jadi tidak ada airnya sama sekali. Lagi dikuras untuk perbaikan. Ya, jadi kami tidak stop sama sekali ya.

Sebelum sampai ke puncak, ada 2 pos yang aku dilewati kalau tidak salah ya. Pos-pos ini tempat kita berhenti saat capek diperjalanan. Setelah melalui pos ada pembatas dan di pembatas ini bisa sebagai spot foto. Pemandangan dari sini itu bagus banget dan aku menyempatkan diri dong tentunya untuk berfoto.



Setelah berfoto, kami lanjut lagi dan berhenti di pemberhentian pos 2 buat istirahat sejenak dan membeli minuman karena di pos 2 ini tepat diseberangnya ada warung yang menjual makanan dan minuman. Di pos 2 ini tempatnya sungguh enak sekali karena angin yang bertiup begitu sejuk.

Berhenti di pos 2 membuat penampakan naik ke atas itu makin menyeramkan dan aku dalam hati berkata "ingin naik tidak ya, kok kayaknya enak tinggal di pos 2 aja deh" tetapi walau ada rasa ketakutan itu tetap saja aku dipaksa untuk ikut naik ke atas. Dari pos 2 naik ke atas itu cuma 5 menit aja dan akan tiba di parkir kenderaan roda 2.

Sampai ke atas bukan berarti langsung sampai ke puncaknya tetapi perlu naik tangga lagi dan naik tangganya itu tertulia 500 meter lagi. Setelah sampai di atas, ada pos lagi dan di pos ini kita bisa istirahat sambil menikmati pemandangan dari atas gunung.

Angin yang bertiup dari atas ini begitu kencang bertiup dan rasanya itu begitu susah untuk mengambil foto yang cantik karena anginnya begitu mengganggu rambut dan baju kita. Jangan itu saja, badan pun terasa ikut tertiup saking kencangnya. 🀣

Ini adalah foto aku saat di puncak gunungnya, cantik sekali bukan fotonya *eh pemandangannya deng. Jadi, ayo ikut naik ke puncak gunung juga yuks. Hihi 🀭 *sok ya aku nyuruh orang padahal sebelumnya ketakutan. 🀣


With My Sista

Rasanya ya habis dari meliat pemandangan di atas gunung itu, mata, otak dan hati terasa begitu plong. Benar kata orang kalai hidup itu perlu hiburan dan piknik. 😍

Oh ya, sampai sini dulu ya cerita aku mengenai pertama kali naik ke puncak gunung. Ceritanya sudah lumayan panjang juga kan. Akhir kata, aku mau kalian liburan juga dong biar tidak setress menjalani hidup ini. 😜



Oh ya, cerita ini juga aku buat di blognya Female Blogger of Banjarmasin dalam Bahasa Banjar untuk kategori Banjar Corner. Kalian yang orang Banjarmasin bisa banget mengunjungi www.fbbcommunity.com atau kalian luar daerah yang ingin mengetahui tentang Banjarmasin. Semua ada disana dan update tulisan 1x seminggu.

Sampai ketemu ditulisan aku berikutnya tentang liburan ya. 😊 





LOVE,

0 Comments