Pesan Moral Dalam Film Gundala - Salah Satu Film Paling Laris di Tahun 2019


Apa saja pesan moral yang ada di film Gundala sampai bisa menjadi salah satu film paling laris tahun ini. Cari tahu bersama yuks.


Moshimoshi.. πŸ§š Aku kembali nih sekarang, maaf ya sudah beberapa hari aku tidak menulis di blog ini karena mengerjakan beberapa hal dan memikirkan konten serta me-time. Haha  πŸ˜‚ Hidup butuh me-time bukan, contohnya nonton film bersama orang tersayang atau bersama keluarga.

Beberapa kali aku sempat menulis mengenai review film dan kali ini aku akan menulis salah satu film paling laris tahun ini yaitu film Gundala. Aku tidak akan menuliskan mengenai reviewnya, tetapi kali ini aku akan memberitahukan kalian mengenai pesan moral yang ada di film tersebut.

Sejak dirilis pada 29 Agustus lalu, film Gundala garapan sutradara ternama Joko Anwar, berhasil menduduki peringkat keenam dalam daftar film Indonesia paling laris di tahun 2019. Satu dari puluhan film dibawah naungan Jagat Sinema Bumi Langit, Gundala mampu meraup 1,38 juta penonton, setelah menyalip film Bumi Manusia yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan. Sungguh sebuah prestasi yang keren bukan. 😘


Film ini, bukan hanya diperankan beberapa bintang ternama tetapi juga dinilai memiliki magis tersendiri dan sarat akan pesan moral, terutama yang berkaitan erat dengan isu politik di Indonesia masa kini. Apa sajakah pesan moralnya? Yuk, simak ulasan dibawah ini :
🌷 Keluarga adalah prioritas
Jelas rasanya bahwa keluarga memang adalah prioritas utama, begitu juga dengan film Gundala ini. Dalam film Gundala, sang tokoh utama yang bernama Sancaka diperlihatkan sebagai karakter yang menyayangi kedua orang tuanya sedari kecil. Ia selalu berusaha untuk melindungi sang ayah dan ibu, meskipun usianya terbilang cukup muda yakni 10 tahun.


Bukan Joko Anwar namanya bila tidak menyelipkan kisah keluarga di setiap film yang ia hasilkan. Menurutnya, keberadaan keluarga dalam sebuah film itu penting untuk membentuk karakter dan moral seseorang.

🌷 Perduli akan sesama
Jiwa patriotisme yang dimiliki oleh Sancaka sedari dulu membuatnya tumbuh menjadi pria dewasa yang perduli dengan sesama dan tanpa segan untuk memanusiakan manusia lainnya. Sutradara sekaligus penulis skenario, Joko Anwar menyatakan bahwa film Gundala mencerminkan sifat alami manusia yang suka menolong. Karena di zaman sekarang, mirisnya orang lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain.

Read :
🌺 Film Dua Garis Biru Booming, Ternyata Ini Risiko Hamil Terlalu Dini

🌷 Masih ada wakil rakyat yang merakyat
Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa kehidupan para pejabat negara hanya identik dengan kemewahan tetapi minim bekerja. Namun dalam film Gundala, kehidupan anggota dewan tidak melulu digambarkan seperti itu saja, melainkan ada pula anggota dewan yang mampu berlaku adil meski dikelilingi beberapa politikus licik.

Seharusnya gambaran wakil rakyat yang diperankan oleh Ridwan Bahri dalam film Indonesia paling laris ini mampu menjadi panutan untuk mereka yang duduk di kursi dewan agar bersikap jauh lebih baik dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada rakyat.

🌷 Jangan terpancing hoaks
Untuk pesan moral yang satu ini bisa dibilang sangat relate dengan keadaan negara Indonesia sekarang. Terutama di beberapa scene dalam film Gundala yang memperlihatkan bagaimana suatu generasi bisa terpengaruh akan sebuah hoaks.


Masyarakat Indonesia yang mudah sekali terpancing berita bohong, apalagi bila menyangkut politik dan ekonomi tak ubahnya membuat negara semakin terpecah belah. Bahkan parahnya lagi, beberapa orang langsung bersikap apatis seolah-olah informasi yang mereka miliki lebih valid dibandingkan fakta yang ada.

Semoga makin kedepannya, masyarakat Indonesia makin pintar ya menanggapi perihal berita yang didapatkan dan mencari tahu kebenarannya agar tidak termakan hoaks.

🌷 Orang jahat pun bisa menjadi baik
Terakhir, pesan moral yang terdapat dalam salah satu film Indonesia paling laris produksi Bumi Langit Studio ini, memberitahukan bahwa tidak semua orang jahat memiliki sifat jahat sepenuhnya. Contohnya saja pada karakter musuh yakni Pengkor. Seorang mafia yang terlahir cacat pada bagian kaki dan setengah wajahnya dipenuhi bekas luka bakar tersebut memang sangat ahli dalam memanipulasi korbannya.

Namun dibalik itu, Pengkor tetaplah seorang manusia yang masih memiliki hati nurani. Dia adalah orang yang dermawan karena merawat banyak anak yatim hingga menjadi orang sukses. Meski pada akhirnya, mereka tetap dilatih untuk menjadi penjahat layaknya Pengkor. Cukup ambil pelajaran yang baiknya saja ya dalam karakter Pengkor ini.


Nah, itulah tadi beberapa pesan moral yang terdapat dalam film Gundala, salah satu film paling laris di Indonesia pada tahun 2019 ini. Jadi sudahkah kamu menonton filmnya? Buat kamu yang hobi menonton film, yuk baca referensi lainnya seputar film Indonesia paling laris melalui laman https://www.cekaja.com/info/ini-10-film-indonesia-paling-laris-kamu-sudah-nonton/. Selalu dukung film-film karya anak bangsa ya dengan cara menonton langsung filmnya di bioskop, ingat jangan yang bajakan. 😊

Ayo me-time dengan menonton film sendiri di bioskop atau bisa nonton film bareng keluarga biat hari kalian makin menyenangkan dan juga hubungan dengan keluarga terjalin dengan harmonis. 😍

Note :
Semua gambar diambil dari Instagram official film Gundala. 


LOVE,

0 Comments