Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Barabai


Tempat wisata yang wajib kalian kunjungi ketika berada di Barabai - Hulu Sungai Tengah dalam waktu 1 hari saja.

Moshimoshi.. 🧚 Sebenarnya tulisan ini sudah cukup lama berada di dalam draft dan aku pun jujur ke Barabai sudah beberapa bulan yang lalu sebelum aku berlibur ke Jogja. Dan juga tulisan ini sudah ada di blog Female Blogger of Banjarmasin dalam Bahasa Banjar.

Aku hanya akan mengulangnya dalam Bahasa Indonesia agar lebih dipahami oleh banyak orang terutama orang yang akan ke Barabai, entah untuk mengunjungi kota tersebut dengan alasan apapun. Baik mengunjungi untuk alasan kerja, untuk alasan ikut suami, atau untuk alasan berlibur. Yang jelas, untuk dipahami orang banyak dan untuk orang mengetahui tempat wisata disana - Barabai.

Read :
🌹 Jangan Kunjungi Tempat Ini di Barabai

So, aku ke Barabai tujuan utamanya adalah berlibur. Yeah, aku sudah janjian dengan teman aku yang rumahnya di Barabai yaitu Eca dan ini sudah ada planning-nya. Sebenarnya tidak hanya aku tetapi ada teman aku yang satunya lagi juga. Jadi, totalnya aku berdua dan ada Eca.

Nah, menurut aku ada 2 tempat yang bisa kalian kunjungi dalam 1x jalan yang aku rekomendasikan karena tempat ini memang 1 arah bahkan mereka memang bersampingan. πŸ˜… 2 tempat wisata yang bersampingan itu adalah Baruh Bunga Outbound dan Gua Limbuhang, Haliau.

Aku akan ceritakan ke kalian satu persatu ya mengenai tempat wisata ini. Yang pertama mau aku ceritakan adalah Gua Limbuhang -  Haliau karena memang tempat ini paling pertama yang aku kunjungi bersama dengan teman-teman aku. Kemudian sorenya baru ke Baruh Bunga Outbound.

🌸 Gua Limbuhang, Haliau
Aku merasa ya perjalanan ke tempat wisaya Gua Limbuhang ini tidak terlalu jauh dari rumah Eca yang di tengah kota Barabai. Aku merasa perjalanan ini hanya memakan waktu 15 menit saja, kalau aku tidak salah perkiraan waktu ya tapi yang jelas memang dekat saja kok.

Saat kalian awal datang ke tempat wisata ini, kalian langsung bisa berfoto ria karena sudah disediakan spot foto banyak dibagian luarnya. Ya, berarti tahu banget lah ya mereka kalau orang zaman sekarang suka berfoto ria di spot-spot cantik. 🀣

Foto di bawah ini adalah foto yang aku ambil ketika sebelum masuk dan belum ada membeli tiket sama sekali. Sudah terlihat cantik bukan ya.



Sebelum kita benar-benar masuk ke tempat wisata, ya jelas kita harus membeli karcis masuk terlebih dahulu dan biaya karcis masuknya itu kalau aku tidak salah ingat hanya 5k sampai 10k saja. Harga yang sangat murah buat aku. Ya, kapan lagi ada tempat masuk wisata semurah ini. 😍

Suasana di tempat wisata ini terkadang panas dan terkadang dingin lho jadi tergantung dimana kita menempatkan diri atau menempatkan posisi kita. πŸ˜… Yups, ada tempat di pinggir sungai, tempatnya ini adem lalu ketika kalian pindah ke tempat spot lain, tempatnya malahan panas. Jadi bukan karena cuacanya hanya karena di tempat tertentu dimana kita berpijak saja. 😣

Eh, tetapi sesungguhnya pada hari itu cuaca memang sangat panas kok tetapi seperti yang aku bilang tadi, ketika kalian menempatkan diri dengan benar di tempat wisata ini maka kalian akan merasa lumayan adem.

Aku merasa benar-benar panas karena pada saat kesini, aku menggunakan baju yang sedikit tebal, seperti baju untuk musim dingin yang bajunya itu menutup sampai ke atas leher. Daebak memang aku itu, hal ini ya karena Eca bilang Barabai lebih dingin ketimbang Banjarmasin tetapi ternyata tidak sama sekali, sama saja panasnya baik di kota maupun di desa. 😣

Kembali lagi kita cerita ke awal mengenai tempat wisata ini. Setelah kita masuk, yang terlihat adalah makin banyaknya spot foto yang lebih cantik daripada di bagian luar tadi. Spot fotonya ada yang seperti rumah di pinggir danai, ada ayunan di pinggir danau, ada tempat foto yang layaknya seperti sarang burung yang kita bisa duduk di dalamnya - seperti Bukit Bintang di Jogja dan masih banyak spot foto lainnya lagi.

Inilah sebagian spot-spot foto-foto yang aku ceritakan dan aku tentunya tidak mau tertinggal untuk berfoto juga. 😝






Itu spot foto yang standart tetapi cantik-cantik. By the way, spot foto disini semuanya alami ya bukan buatan tetapi ya kalau ada tulisan dan ada seperti sarang burung itu jelas dibuat tetapi pemandangannya memang ya pemandangan alam yang memang benar-benar alam bukan buatan sama sekali. Ya, karena ini memang masih asri.

Sekarang aku mau cerita tempat lainnya yang ada di Gua Limbuhang ini. Ya, mungkin tempat satu ini yang namanya benar-benar Gua Limbuhang-nya kali ya karena memang dia seperti Gua/Goa.

Tempat ini sedikit seram dalam artian curam, bagaimana tidak curam ketika tangga untuk mencapai danau di bawah adalah tangga kayu yang keminggiringan tidak terlalu miring, hampir tegak berdiri dengan tangga kayu biasa yang disusun. πŸ™ˆ

Jujur, awalnya aku antara berani tidak berani untuk menuruni tangganya ini. Ya, dengan kekuatan penuh πŸ˜… aku memberanikan diri untuk menuruni tangganya karena sungguh sayang juga sudah jauh-jauh dari Banjarmasin aku hanya melihat bagian bawahnya saja tanpa menuruni tangga.

Setelah aku turun, di bawah sudah ada tempat berpijak yang kalau kita bergerak ya dia akan sedikit bergerak juga. Pijakannya ini terbuat dari bambu, seperti layaknya rafting di Loksado - Hulu Sungai Selatan.

Mau berfoto cantik di danau dengan pemandangan belakang gua ya tentu tidak seperti membalikan telapak tangan. Kita harus menggunakan perahu karet yang sudah merasa sediakan dengan membayar 5k saja. Bukan bayarannya yang aku permasalahkan disini tetapi ketika ingin menaiki perahu karetnya, itu gerakannya seperti orang mau jatuh, belum lagi pas berada di dalam perahu karetnya, ajib sih kek orang mau oleng dan perahunya ke balik. 😜

Spot foto seperti apa sih yang diinginkan sampai sesusah itu? Spot foto yang ada adalah spot foto yang berada di tengah-tengah danau, jelas di atas danaunya dengan bagian belakang ada beberapa gua dan kita hanya duduk di atas akar pohon. πŸ™ˆ

Spot foto ini ya, agak gimana gitu perasaan setelah duduk di akar. Berbagai hal dipikirkan seperti takut jatuh, iya kalau jatuh langsung ambyar basar, belum lagi otak berpikir takut ada ular, ada buaya dan berbagai hal lainnya yang menakutkan. Padahal ya, pas diliat ke bawah yang ada itu hanya ikan-ikan kecil yang sangat banyak.


Intinya di tempat wisata ini banyak sekali spot foto yang disediakan, mulai dari spot foto hang biasa sampai spot foto yang luar biasa, yang memerlukan perjuangan seperti foto di atas ini. Jadi, sesuaikan sama keinginan dan keberanian saja.

🌸 Baruh Bunga Outbund
Sekarang kita beralih ke Baruh Bunga yang tempatnya persis di samping tempat wisata ini. Yups, ketika kalian berada di parkiran Limbuhang Halau, kalian akan melihat Baruh Bunga ini.

Aku ke Baruh Bunga Outbound ini pada sore hari sebelum ingin pulang ke rumah Eca. Jadi, aku bukan dari Limbuhang Halau kemudian langsung kesini, tidak. Awalnya aku tidak tertarik kesini tetapi karena cuaca sangat panas, akhirnya sore sebelum pulang aku ingin kesini.

Aku berada di Baruh Bunga Outbound ini hanya 2 jam saja karena sudah terlalu sore dan mereka sudah mau tutup juga. Ya, aku awalnya tidak mau kesini karena tidak mau datangnya pada saat cuaca panas dan tidak mau karena mereka masih ramai. Aku butuh sesuatu yang lebih sepi dan ketika sore, ya memang cuma ada kami bertiga di tempat wisata ini. 😝 Berasa milik pribadi eiy.

Sesuai dengan namanya ya, jelas ini adalah sebuah outbound tetapi bukan hanya ada outbound saja tetapi ada juga kolam renang dan tentu juga bayar masuk awal dan bayar masuk outbound itu berbeda. Lebih mahal biaya mashk kolam renang, kalau tidak salah kisaran 25k mungkin.

Si Baruh Bunga Outbound ini, walau outbound dan kolam renang, mereka juga banyak spot foto cantik. Tidak kalah dengan tetangganya dong. Disini juga ada termpat semi terbuka gitu yaitu basecamp, bentukannya pokoknya seperti penginapan tetapi jendela sama pintunya tidak tertutup secara keseluruhan, hanya ditutupi tirai saja terbuat dari bambu.




Kita bahas kenapa Baruh Bunga ini masuknya lebih mahal ketimbang tempat wisata lainnya di Barabai. Aku merasa lebih mahal daripada yang lain karena tempat ini tersusun rapi dan sangat bersih serta dijaga oleh anggota TNI. Iya, tempat yang dijaga sama anggota TNI jelas rapi dan bersih karena aku mengetahui hal tersebut dikarenakan aku berkuliah di tempat milik TNI.

Kembalu ke tempat wisata ini, aku tidak terlalu banyak mengambil foto disini dan tidak naik outbound karena datang terlalu sore dan petugas yang menjaga outbound-nya sudah tidak ada, mereka sudah tutup untuk outbound-nya. So, aku hanya berfoto sedikit dan mandi di kolam renang.

Di pinggir kolam renang ini disedikan pondokan untuk kita beristirahat dan itu cukup luas dan cukup nyaman untuk 1 keluarga dan tempat istirahatnya ini gratis. Ada WC juga untuk berganti pakaian dan untuk buang air. Airnya banyak dan jadi mempermudah banget.

Kolam renangnya ini seperti waterboom mini, ada kolam renang khusus anak-anak dan ada kolam renang untuk dewasa. Di kolam renang dewasa juga ada tingkat kedalamannya yang rendah dan ada yang tinggi, mereka ada batasan tali antara yang rendah dan yang tinggi. Kedua kolam renang ini ada perosotan yang sudah disesuaikan dengan umur. Bedanya di kolam dewasa ada ember raksasa yang airnya bisa terbalik persekian menit. Di kolam anak kecil hanya ada disediakan pancuran air.

Sembari mandi di kolam renang, sembari asik-asikan juga dong karena ada musik yang diputar oleh tempat ini. Kalau kalian mau nyanyi dan menyumbang lagu disini, juga bisa. πŸ˜„ Seru-seruan banget sih disini.

Biasa ketika asik main air dan terlalu lama di dalam air, kita itu merasa lapar. Santai, di kolam renang ini disetiap tempat istirahatnya kita ada menu makanan yang bisa kita lihat dan kita pesan, tempat makannya dekat dan kalau pesan kemungkinan diantarkan ke tempat kita istirahat. Harganya murah-murah kok.


Nah, itulah 2 tempat yang bisa kalian kunjungi ketika ke Barabai dalam sekali jalan yang aku rekomendasikan untuk kalian datang kesana. Kalau punya waktu 1 hari saja di Barabai, tempat wisata ini bisa kalian kunjungi ya. 😍




LOVE,

0 Comments