Wisata dan Kuliner di Kota Banjarmasin


Berwisata di dalam Kota Banjarmasin dengan berjalan kaki bersama teman-teman. Seru dan asik. 😍 Wajib cobain keseruan ini ketika berwisata di dalam kota.

Moshimoshi.. 🧚 Kali ini aku tidak membahas mengenai dunia per-beauty-an melainkan ingin membahas hal yang aku lakukan beberapa minggu lalu, lebih tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 16 Oktober 2021 bersama dengan teman-teman komunitas aku.

Acara dimulai dari pagi, yaitu jam 10 pagi waktu setempat ya. Tujuan utama yang akan dituju tersebut adalah Patung Bekantan di tengah Kota Banjarmasin, aku sendiri dari awal memang berniat jalan kaki saja dari rumah karena lokasi ini sangat dekat dengan rumah aku, tinggal keluar jalan rumah aku lalu kemudian kita jalan berapa ratus meter dan sampai.

Wisata dalam Kota Banjarmasin

Aku jalan kaki kali ini tentu saja tidak sendirian tetapi ditemani dengan 2 orang teman aku. Iya, mulainya dari rumah aku seperti yang aku katakan tadi. Kami jalan kaki dengan cukup santai walau saat itu cuaca cukup panas dan tidak melupakan menggunakan topi tentunya ya untuk melindungi kepala. 

Berawal sebenarnya aku ingin berjalan sendirian tetapi kemudian mengajak 1 teman aku untuk menemani aku berjalan kaki dan kemudian teman aku satunya juga ingin ikut berjalan kaki. Akhirnya kita berjalan kaki bertiga. 

Oh ya, setiba di Patung Bekantan, menunggu teman-teman dan kita naik kelotok untuk Susur Sungai di Sungai Martapura. Oh ya, Klotok sendiri sebutan kapal khas di Banjarmasin yang biasa digunakan untuk mengangkut penumpang. 

Susur sungai sendiri sangat menyenangkan karena sudah lama rasanya aku tidak naik kelotok untuk berwisata di Sungai Martapura ini semenjak pandemi. Susur sungai di Sungai Martapura yang kita lihat, tentu saja Kota Banjarmasin dari sisi berbeda, yaitu melihat dari pemandangan sungai. Melihat orang beraktivitas di pinggir sungai, melihat Menara Pandang, melihat rumah makan apung di pinggir sungai sampai melihat kampung biru dan kampung hijau. Susur sungai sendiri dari Patung Bekantan, biayanya hanya 10k saja. Biaya yang masih ramah di kantong tentunya. 


Selesai susur sungai, dari Patung Bekantan untuk menuju ke 0 KM Banjarmasin, kami berjalan kaki menaiki Jembatan Merdeka yang diwarnai dengan bagus dengan warna-warninya. Walau matahari cukup terik, tak menghentikan niat kami untuk berjalan kaki. 

Di 0 KM ini ada bus wisata yang akan kami naiki untuk berkeliling selama 1 jam, agar kita melihat Kota Banjarmasin dan diceritakan sejarah mengenai Kota Banjarmasin. Hal ini seru karena menambah wawasan sejarah kita dan benar-benar sungguh mengasyikkan bagi aku mendengar cerita Kota Banjarmasin. Banyak cerita sejarah yang baru aku ketahui dari hal ini. 


Read :

Siang hari setelah selesai dari naik bus wisata, perut terasa lapar tetapi tidak ada tempat makan di 0 KM saat siang hari, kecuali pada saat sore hari ya. Cukup banyak cemilan dan orang berjualan air minum tetapi bukan ini yang kami mau melainkan makan nasi. Jadi, dari 0 KM kami berjalan kaki lagi ke Siring yang berada dis seberangnya, dimana kami kami melewati jembatan yang tadi awal kami lawati yaitu Jembatan Merdeka. 

Kuliner di Tengah Kota Banjarmasin

Tiba di rumah makan, yang dipesan adalah makanan khas Banjar yaitu Soto Banjar dan Nasi Sop Banjar dengan minum es teh tentunya, karena cuaca yang cukup terik membuat kami harus minum es buat membayar perjalanan kami kali ini. 

Selain rumah makan di Siring ini, sebenarnya jika tidak ada pandemi, saat sore hari di sepanjang siring ini ada yang berjualan jagung bakar dengan duduk lesehan dan ketika weekend ada banyak penjual cemilan lainnya juga di Siring Menara Pandang ditambah biasanya setiap weekend di Siring ini juga ada Pasar Terapung. Ah, sayangnya masih pandemi dan kuliner di tengah Kota Banjarmasin ini masih di tutup. 

Sebagai penggantinya, masih banyak rumah makan di Siring ini yang berjualan berbagai makanan khas Banjarmasin yang bisa kita coba dan juga ada Soto Banjar yang dijual di dalam klotok di Siring ini ya.


Jika di Siring area Menara Pandang ini tutup saat pandemi, di area 0 KM itu kalau sore masih buka yang berjualan jagung bakar dan makanan lainnya tetapi bukanya cukup sore ya, menjelang malam dan sayangnya kami tidak sampai terlalu sore, hanya sampai sekitar jam 3 sore saja. 

Perjalanan kali ini sungguh seru bukan berjalan kaki di dalam Kota Banjarmasin untuk berwisata seperti ini. Eits, belum selesai dong ya, dari tempat makan ini ya tentu saja kami pulang dan ya, pulangnya jalan kaki lagi. 😅 Seru dan mengasyikkan serta ini pengalaman yang sungguh tak terlupakan bagi aku karena pulang - pergi berwisata di dalam Kota dengan berjalan kaki, ternyata se-enjoy itu. 

Cerita Berjalan Kaki

Sebelum berjalan kaki berwisata dalam kota yang bersama teman-teman ini, beberapa waktu juga aku dari rumah ke Mall bersama teman aku berjalan kaki sambil bercerita keseruan yang telah kami lakukan di dalam hidup. Enjoy berjalan kaki rasanya sambil berbagi cerita. 

Oh ya, bisa lho kalian kalau berkunjung ke Banjarmasin menjadikan Mall tujuan akhir kalian karena di Banjarmasin cuma ada 1 Mall. Ya, sambil menikmati hari terakhir Banjarmasin dengan kenyamanan hidup dan bisa berenang juga karena Mall ini menyatu dengan hotel yang ada kolam renangnya. Ya, menikmati hari terakhir dengan kemewahan. 🤭😘

Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama aku berjalan kaki dalam berwisata dengan berjalan kaki, saat aku berada di Bandung juga beberapa kali aku berjalan kaki di daerah Jl. Asia Afrika tetapi bedanya, itu aku lakukan pada saat malam hari dan berakhir dengan duduk di pinggir jalan untuk menikmati kota Bandung. 

Read :

Sungguh ya, berwisata dengan berjalan kaki itu cukup menyenangkan tetapi tentu saja, persiapkan badan kita dengan fit agar tidak mudah lelah. Aku sendiri berjanji kalau traveling ingin bisa berjalan kaki di dalam kota tempat yang aku kunjungi dan menikmati sensasi berjalan kaki di tengah kota, menikmati hiruk-pikuk aktifitas perkotaan yang feel-nya berbeda di setiap kota yang kita kunjungi. 😍

Hal Kecil untuk Perubahan Iklim Indonesia

Semoga cerita di atas yang aku suguhkan membuat kalian ingin menikmati kota dengan berjalan kaki ya karena hal ini membuat kita ikut kontribusi dalam mitigasi perubahan iklim di negara tercinta kita yaitu Indonesia. #UntukmuBumiku

Mitigasi perubahan iklim menurut Wikipedia adalah suatu usaha untuk mengurangi resiko terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Mitigasi tersebut telah dicoba baik dari pemerintahan dan kelompok pecinta lingkungan.

Indonesia sendiri termasuk dari 3 negara yang menyumbang emisi gas rumah kaca menurut Wikipedia. Ada baiknya kita sebagai generasi muda Indonesia, setidaknya melakukan sesuatu untuk mengurangi mitigasi perubahan iklim dengan hal kecil dimulai dengan berjalan kaki. #TimeforActionIndonesia


Di cerita aku di atas juga aku menceritakan berjalan kaki itu mulai jam 10 pagi tetapi cuaca sudah panas terik seperti saat berjalan pada jam 12 siang dan saat di klotok itu, sungguh panasnya yang luar biasa, hal ini juga pasti karena perubahan cuaca yang diakibatkan peningkatan emisi gas kaca. 

Panggilan untuk para #MudaMudiBumi untuk menyuarakan dan juga mengedukasi masyarakat Indonesia untuk melakukan hal sekecil apapun untuk membuat perubahan iklim di Indonesia menjadi lebih baik. Sedikit saja kontribusi yang dilakukan sangat berarti untuk perubahan iklim di Indonesia. 




LOVE,
Rima Angel

Post a Comment

0 Comments