Pentingnya Nutrisi Untuk 33 Juta Anak Bangsa


Ada 33 juta anak Indonesia yang akan menjadi penentu masa depan bangsa Indonesia.

Moshimoshi.. 🧚 Hari Gizi Indonesia jatuhnya pada tanggal 25 Januari 2019 bulan lalu yang menjadi hari Gizi Indonesia ke 59 tahun. Untuk memperingati hari Gizi Indonesia bulan lalu, makanya kali ini aku ingin menulis hal lainnya diluar dari hal yang biasa aku tulis yaitu aku ingin berbaginya ke kalian mengenai pentingnya nutrisi untuk anak bangsa. Yah, walaupun agak telat 1 bulan sih, tapi nggak apa-apa ya. Berbagi pengetahuan itu indah. 😍

Walau aku juga bukan wanita yang sudah menikah atau pun emak-emak yang sudah mempunyai anak tetapi aku cukup care mengenai hal ini apalagi saat kuliah aku ada mata kuliah tentang ilmu gizi juga. Ya, semoga tulisan ini dapat membantu 33 juta anak Indonesia untuk menjadi lebih baik.


Sekarang mari kita mulai bahas ya, kita mulai membahasnya dengan angka-angka nyata dari berbagai sumber terlebih dahulu baru nanti kita akan bahas mengenai nutrisinya.

Menurut World Economic Forum tahun 2018 mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi ke-45 dari 140 negara dalam indeks daya saing global. Dimana berarti hal ini mengungkapkan daya saing global kita semakin meninggi dan membagus apalagi untuk kedepannya, harus makin ditingkatkan lagi agar bisa terus naik ke angka yang lebih bagus lagi, lagi dan lagi.

Dengan melihat data dari World Economic Forum tahun 2018 itu berarti visi Indonesia sudah mulai  perlahan-lahan mulai terlihat pencapaiannya walau belum 100%, setidaknya mulai meningkat. Visi Indonesia 2045 yang diresmikan oleh Bappenas adalah Indonesia sebagai negara berkembang tentu memiliki target untuk menjadi negara maju pada tahun 2045.

Data Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan Pusat Data Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2017 lalu mencatat ada lebih dari 33 juta anak usia dini yang mendominasi piramida penduduk Indonesia. Hal ini tentunya akan menjadi penentu masa depan bangsa Indonesia kedepannya.

Dengan data yang kita lihat dari Pusdatin tersebut berarti sebagian besar komposisi penduduk Indonesia kedepannya akan berada pada usia produktif, yaitu usia 15-60 tahun. Pada usia inilah orang produktif dan mereka tentunya akan menjadi penentu bangsa Indonesia kedepannya. Sesuai dengan kata BPS yang memperkirakan Indonesia akan mendapatkan bonus demografi  pada tahun 2020-2035/6.

Dengan data-data yang kita lihat tersebut, sudah seharusnya kita mempersiapkan anka bangsa sejak dini, sejak sekarang ini.


Bagaimana cara mempersiapkan mereka?
Tentunya dengan memenuhi gizi mereka sebaik mungkin dari dini. Asupan nutrisi mereka harus terpenuhi dengan baik dan asupan gizi haruslah lengkap.

Sekarang mari kita membahas mengenai asupan gizi dan nutrisi yang baik untuk 33 juta anak bangsa Indonesia.

Nutrisi seimbang bisa didapatkan dari asupan makanan yang mengandung makronutrien dan mikronutrien. Asupan gizi lengkap adalah makronutrisi seperti protein, karbohidrat, dan asam lemak dan mikronutrien seperti vitamin dan mineral yang didapat dari asupan buah-buahan dan sayuran terpenuhi dengan baik. Tentu, asupan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak sesuai dengan tahapan usianya juga ya.

Karbohidrat bisa kita dapatkan dari nasi, kentang, roti sebagai sumber energi. Sumber protein hewani dapat didapat dari daging sapi, ayam, ikan dan sumber protein nabati bisa kita dapatkan dari kacang kedelai sebagai sumber pertumbuhan. Untuk sokongan mikronutrisi bisa didapat dari sayur, buah, dan susu untuk mengawal fungsi organ dan indera.


Kemudian siapa yang berperan dalam ini? Tentunya adalah seluruh aspek masyarakat. Baik pemerintah, swasta, keluarga dan juga orang tua. Keseluruhan elemen ini harus berperan aktif dengan baik.

Orang tua dan keluarga berperan sangat penting untuk pemberian gizi ini dengan baik. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (2014) dari Kemenkes RI, keluarga dapat memantau gizi anak lewat tinggi dan berat badan sesuai usianya. Kemudian potensi yang bisa digali dari anak adalah kecerdasan dan kreativitas, kemampuan untuk tumbuh tinggi dan kuat, kemampuan sosial yang baik, kemandirian, dan rasa percaya diri.

Selain nutrisi yang kita berikan, kita juga perlu memberikan stimulasi terhadap anak. Stimulasi yang harus diberikan selama masa tumbuh kembang anak antara lain stimulasi pada aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa, dan sosial.

Jika semua nutrisi terpenuhi dengan baik dengan asupan gizi yang lengkap dapat diberikan dengan bagus serta stimulasi pada anak juga dilakukan dengan baik maka untuk menjadikan 33 juta anak Indonesia menuju generasi maju yang baik akan berjalan dengan baik juga pastinya, tentunya dengan kerjasama seluruh bangsa baik dari pemerintah, sektor swasta, keluarga dan tentunya orang tua.

33 juta anak Indonesia untuk menjadi generasi maju dan membangun Indonesia di masa mendatang untuk menjadi negara berkembang yang maju dimulai dari sekarang. πŸ˜—


Sumber :
🌷 https://biz.kompas.com/read/2019/01/25/085459628/bersama-mengawal-masa-depan-bangsa-dengan-penuhi-gizi-seimbang-33-juta-anak
🌷 https://biz.kompas.com/read/2019/02/16/215058828/33-juta-anak-indonesia-fondasi-kuat-untuk-wujudkan-kemajuan-bangsa?utm_source=mobile_news&utm_medium=headline&utm_campaign=sgm
🌷 https://www.haibunda.com/advertorial/d-4431316/dukung-nutrisi-33-juta-anak-indonesia-demi-kemajuan-bangsa





LOVE,

1 Comments

  1. Sedihnya, yang kulihat di sekitarku, banyak ortu berkecukupan sebenarnya, tapi tak sadar gizi, Alhasil anaknya tumbuh alakadarnya sebab sang ortu lebih suka beli barang daripada susu dan makanan bergizi.

    ReplyDelete

Hai.. Girl ^.^
Jika kalian mempunyai pertanyaan, saran & kritik atau bahkan informasi mengenai tentang review produk/artikel/apapun yang aku tulis, bisa tinggalkan komentar dan sebisa mungkin akan selalu aku balas satu persatu pertanyaan kalian.

Dimohon untuk tidak meninggalkan link hidup/aktif dikomentar ya.
Please, klik 'notify me' supaya balasan pesan terbaca oleh kalian.

Terimakasih sudah mengunjungi blog aku.
*kecup mesra πŸ’