Cara Penggunaan Sotflens Yang Benar

 

Ternyata softlens bisa rusak retina mata dan sebabkan buta ketika kalian tidak bisa menggunakannya.

Moshimoshi.. 🧚 Kali ini aku ingin sedikit bercerita mengenai kesehatan mata dan betapa pentingnya mata kita terutama saat kita menggunakan softlens.

Siapa sih zaman sekarang yang tidak menggunakan softlens ya, rasanya jarang sekali apalagi kerjaan aku yang sangat erat dengan penggunaan softlens.

Yups, para beauty blogger dan para beauty vlogger untuk mempercantik tampilan makeup looknya, biasanya menggunakan softlens.

Bukan hanya beauty blogger saja tentunya, orang biasa juga sering menggunakannya. Apalagi orang dengan mata minus. Mereka sudah terbiasa menggunakan softlens ketimbang menggunakan kacamata, ya kan. 🀭

Mata minus bikin hidup lebih repot karena harus pakai alat bantu. Salah satunya softlens, yang dianggap lebih oke untuk penampilan ketimbang kacamata. Tapi tahu tidak, softlens bisa rusak retina mata dan sebabkan buta. Serius, aku tidak nakut-nakutin kok, ini fakta sebenarnya.


Beberapa tahun lalu, ada berita di dunia entertainment, pernah heboh gara-gara berita seorang model yang buta gara-gara menggunakan softlens alias lensa kontak. Dia sering lupa melepas softlens saat tidur. Duh, kalian jangan sampai kayak begini ya. πŸ™ˆ Oh ya, nama model itu adalah Viva Permata Dona.

Sekali-dua kali mungkin masih tidak apa-apa ya dia. Tetapi, ketika itu sudah jadi kebiasaan, akibatnya fatal banget.

Awalnya sang model tadi, mengeluhkan mata kanannya nyeri dan gatal. Bagian putih matanya pun berubah menjadi merah. Kemudian Dona tidak mau ambil pusing soal gangguan tersebut. Dia merasa bisa sembuh sendiri tanpa penanganan dokter mata.

Akhirnya, kondisi matanya makin parah ketika pandangannya mulai kabur. Tidak lama berselang, dia sama sekali tidak bisa melihat sama sekali. Dan itu terjadi pada kedua matanya, bukan hanya mata kanan yang pertama kali dikeluhkan.

Setelah diperiksakan ke dokter mata, dia divonis mengalami kerusakan retina mata. Namun sayang, dia ke dokter saat kondisinya sudah telanjur parah. Dokter tidak bisa berbuat apa pun untuk menyembuhkannya. 😭

Dona pun mengalami depresi. Dia tidak lagi bisa beraktivitas normal. Kondisi kejiwaannya terganggu hingga ia sering menyakiti diri sendiri.

Nah, begitu lah cerita Dona mengenai penggunaan softlens yang salah tadi. Tentu kita tidak mau mengalami kondisi yang sama seperti dialami Donna dong. Makanya penggunaan softlens mesti disiplin ya.

Cara Agar Retina Mata Tidak Rusak

Secara umum, softlens itu tidak berbahaya ya. Yang mendatangkan bahaya pada umumnya adalah perilaku penggunanya.

Softlens yang aman adalah yang dibeli dengan rekomendasi dan resep dokter mata. Memang, softlens yang dijual online sering kali lebih murah ketimbang yang direkomendasikan dokter mata. Itu sudah jelas.

Tapi kita tidak tahu seluk-beluk lensa kontak itu. Demi menjaga kornea, retina mata, dan bagian dari mata lainnya tetap sehat, sebaiknya seleksi betul produk softlens yang akan dibeli ya. 😊

Selain itu, pastikan tahu aturan main soal cara menggunakan softlens yang baik dan benar. Ada tiga hal utama yang mesti diperhatikan ketika kalian ingin menggunakan softlens agar tampil tanpa cela, yaitu :

🌷 Oksigen Harus Mengalir
Softlens dipasang tepat pada mata dan melingkupi seluruh kornea. Karena itu, jumlah oksigen yang masuk ke mata dari lingkungan sekitar menjadi berkurang.

Bahkan pasokan oksigen bisa hilang sama sekali. Padahal oksigen penting untuk menjaga mata tetap sehat lho. Kalau mata kekurangan oksigen itu rasanya benar-benar tidak enak soalnya aku pernah merasakannya juga.


Kamu bisa menekan risiko bahaya dari kurangnya pasokan oksigen ini dengan cara berikut ini :
  • Patuhi jadwal penggunaan softlens sesuai dengan petunjuk dokter. Lepas dan ganti dengan yang baru jika memang disarankan begitu.
  • Cari softlens dengan bahan yang bisa menyerap oksigen dan meneruskannya ke mata. Softlens jenis ini biasanya punya kadar air yang tinggi.

🌷 Bersihkan Semuanya
Penggunaan lensa kontak bikin risiko retina mata rusak karena bakteri dan pemicu infeksi lain yang terakumulasi didalamnya. Hal ini pernah dialami seorang remaja perempuan asal Inggris bernama Jess Greaney dan wanita asal Taiwan bernama Kao.

Coba saja googling soal cerita mereka yang mengalami kerusakan mata akibat menumpuknya parasit di mata. Penyebabnya adalah mereka tidak melepas-lepas softlens, apalagi membersihkannya. Idiw, kalian jangan sampai begini ya. πŸ˜₯


Padahal makin lama usia penggunaan softlens, makin banyak parasit yang menumpuk di bagian depan dan belakang lensa. Karena itulah semua bagian mesti dibersihkan secara rutin, terutama setelah digunakan.

Risiko retina mata dan bagian mata lain terkena infeksi bisa ditekan dengan membersihkan softlens secara benar. Gunakan pembersih sesuai dengan rekomendasi dokter juga ya.

Sebaiknya juga tidak gonta-ganti softlens sembarangan tanpa petunjuk dokter. Semuanya harus dikonsultasikan dengan dokter mata lebih dulu. Semua ini demi keamanan mata kita juga.

Satu hal lagi, tidak apa-apa membersihkan softlens dengan mengusapnya lembut sembari diberi pembersih. Tapi ingat, jangan terlalu keras menekannya karena akan membuat softlens robek sampai merusak hal lain disofltens-nya.

Yang tidak kalah penting adalah membersihkan tempat penyimpanan softlens. Ini yang sering dilupakan orang. Tempat softlens harus selalu dalam keadaan bersih. Aku sendiri membersihkan tempatnya ini 1x sehari lho.

Pembersihan ini bisa mengurangi risiko tempat softlens terkontaminasi mikroorganisme yang bisa merusak retina mata. Wadah ini juga sebaiknya dibuang dan ganti dengan yang baru dalam jangka waktu tiga bulan sekali.

Cairan pembersih haruslah yang memang diperuntukkan bagi softlens. Tanya ke dokter mata cairan pembersih softlens apa yang direkomendasikan biar menjaga mata kita saat menggunakan softlens.

🌷 Rutin Ganti
Softlens gak bersifat permanen. Ingat ya. Jadi mesti ada jadwal penggantian dengan yang baru. Tentu ini juga mesti sesuai dengan petunjuk dokter mata. Yang aku tahu softlens itu ada yang dailu, per 3 bulan dan per 6 bulan.


Meski tampaknya lensa kontak itu baik-baik saja, kita tidak tahu seberapa banyak bakteri dan kawan-kawannya yang berdiam di sana. Makin lama mengganti lensa kontak dengan yang baru, makin besar risiko retina mata rusak.

Untuk menjalankan prosedur tersebut, konsultasi dengan dokter menjadi kunci utama. Dokter mata bisa menerangkan dan memberikan nasihat valid soal lensa kontak.

Datangi saja klinik-klinik atau rumah sakit mata terdekat. Buat yang tinggal di Jakarta Barat, misalnya, ada KMN EyeCare di daerah Kebon Jeruk. Mereka punya dokter mata yang bisa memberikan tindakan tepat pada mata sesuai dengan keluhan pasien.

Pastikan mendatangi klinik mata yang tepercaya, ya. Softlens memang bisa menjadi siasat buat tampil seperti biasa walau ada masalah pada mata. Tapi perlu upaya ekstra demi mencegah retina mata rusak dan menyebabkan buta.


Semoga kalian yang membaca tulisan ini bisa menggunakan softlens dengan baik dan benar ya. Jangan sampai kalian mengalami hal mengerikan seperti orang-orang pada cerita ini ya. πŸ™ˆ

Pesan terakhir aku, ikuti semua saran dokter dan selalu ingat pembersihannya dan cara pembersihan yang benar serta pergantian softlensnya.

Source :
*Semua gambar diambil dari website klinikmatanusantara.com




LOVE,

0 Comments