Remaja bisa Anemia juga? Masa sih? Aku kira cuma orang dewasa saja dan orang tua lho! Baca lengkapnya ditulisan ini ya. 😉

Moshimoshi.. 🧚 Di akhir bulan ini, aku ingin menceritakan mengenai webinar yang aku ikuti bersama Kemenkes pada Senin, 25 Januari 2021 jam 08.00 WIB - 12.00 WIB dengan tema "Mempersiapkan Remaja Sehat Bebas Anemia Melalui Gizi Seimbang dan Suplementasi Tablet Tambah Darah".

Pada webinar di zoom kali ini untuk laporan kegiatan dilakukan oleh Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat yaitu drg. Kartini Rustandi, M. Kes dan arahan sekaligus pembuka acara dilakukan oleh Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin.

Untuk pengisi acara pada webinar kali ini adalah :
  • dr. Indah Kusuma
  • Analisa Widianingrum, S.Psi, M.Psi
  • Prof. Endang L. Achadi. 


Sekarang kita lanjut untuk kepembahasan Anemia saja ya yang dibahas oleh narasumber Prof. Endang L. Achadi. Jadi, Anemia adalah keadaan dimana konsentrasi HEMOGLOBIN (Hb), yang berada didalam sel darah merah lebih rendah dari seharusnya, yaitu:
  • Hb < 13 g/dL pd laki-laki dewasa
  • Hb < 12 g/dL pd perempuan dewasa. 

Gejala anemia itu 5 L yaitu Letih, Lemah, Lesu, Lelah dan Lalai. Hal tersebut terjadi karena berkurangnya oksigen ke jaringan. Dan gejala lainnya yang terjadi, adalah :
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nafas pendek
  • Sakit dada
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala
  • Pusing (berputar-putar/berkunang-kunang).

Penyebab Anemia secara langsung terutama disebabkan 2 hal, yaitu :
  • Rendahnya asupan zat gizi yang penting untuk pembuatan darah (zat besi, asam folat, vitamin B12 dan vitamin A). 
  • Meningkatnya pengeluaran zat gizi (perdarahan karena kecacingan, atau absorpsi besi menurun akibatnya banyaknya cacing di usus, pecahnya sel darah merah karena malaria, atau penyakit karena sebab lainnya seperti TBC). 
  • Pada remaja puteri : menstruasi yg tidak diimbangi oleh asupan adekuat.

Akibat yang terjadi karena Anemia pada remaja, adalah :
  1. Menurunkan konsentrasi belajar
  2. Menurunkan produktivitas
  3. Mudah menderita penyakit infeksi karena turunnya imunitas
  4. Menurunkan “kesegaran tubuh”
  5. Prestasi sekolah dan kerja rendah. 

Anemia jangka panjang pada kehamilan menimbulkan konsekuensi bisa menyebabkan :
  • Risiko perdarahan saat hamil/bersalin yamg yang dapat menimbulkan risiko kematian ibu.
  • Menghambat pertumbuhan bayi, seperti bayi lahir prematur, Berat badan dan Panjang Lahir rendah (BBLR dan PBLR), risiko sakit/meninggal dan risiko stunting. 

Di Indonesia sebagian besar anemia terjadi akibat defisiensi/kekurangan zat besi, hal ini disebabkan oleh pola makan yang berisiko defisiensi besi. Bahan makanan yang dikonsumsi sebagian besar penduduk Indonesia berasal dari nabati (Besi non-Heme), sementara zat besi dari nabati lebih sulit diserap dalam pencernaan, akibatnya rata-rata makanan penduduk Indonesia mengandung zat gizi besi lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk membentuk Hb.

Pencegahan Anemia pada remaja puteri, dengan cara menjaga pola makan bergizi seimbang dan minum tablet tambah darah (TTD). Tablet Tambah Darah (TTD) harus diminum terutama oleh remaja, wanita usia subur, calon pengantin dan ibu hamil dan nifas. 
 

Zat besi pada TTD biasanya Ferrous Fumarat , ferrous gluconate, carbonyl iron atau jenis zat besi lainnya yang setara dengan 60 mg Besi Elemental, dan 0.4 mg (atau 400 ug) Asam Folat. 

Cara Minum TTD bagi remaja puteri yang tidak Anemia adalah dengan cara minum 1 TTD setiap minggu, setidaknya selama satu tahun (52 tablet). Bila minum TTD selama 1 bulan gejala 5L belum hilang maka periksakan Hb. Untuk pengobatan bagi remaja putera dan puteri yang Anemia, dianjurkan untuk konsultasi ke dokter ya. 

TTD ini tidak berbahaya ya saat dikonsumsi karena yubuh mempunyai mekanisme pengaturan penyerapan besi ke dalam tubuh (Sifat OTO REGULASI) jadi bila tubuh mempunyai cadangan zat besi yang cukup, maka besi dari makanan atau TTD hanyalah sedikit yang diserap, sisanya dibuang melalui feces dan sebaliknya bila tubuh kekurangan zat besi atau bahkan sudah menderita anemia, maka zat besi yang diserap lebih banyak. 


Nah, itulah materi utama yang diberikan untuk webinar kali ini. Acara ini berjalan seru dan tidak membosankan karena acaranya seru, ada sesi quiz, sesi undian dan yang menjawab pertanyaan dapat hadiah, selain itu juga ada pengisi acara si Ziva Magnolia dengan suara merdunya. Asli sih pembahasan berat terasa menyenangkan bersama webinar Kemenkes kali ini. 💕


Bagian penutup acara adalah Ziva menyanyikan sebuah lagu maka berakhirlah acara dari Kemenkes yang seru pada hari itu. 😍 Semoga kedepannya makin banyak pembahasan seperti ini tetapi saat acara berlangsung juga se-seru acara kali. Aamiin. 🤲🏻




LOVE,