Event Report - Gathering Positif Bermedia Sosial


Bagikan lah hal-hal postif yang ada di sekitar kalian melalui Sosial Media.

Moshimoshi.. 🧚 Bukan mau bercerita tentang event datang makeup atau pun event untuk datang acara skincare tetapi kali ini event dari kementerian. Tidak apa-apa dong sekali-kali blog aku berisikan tentang hal seperti ini karena disini aku mau membagikan hal positif ke kalian tentunya.

Kalian tentu ingat dong ya postingan aku di IGs@Rima_Angel pada hari Senin lalu saat pagi dini hari jam 4 sudah ada di hotel dan aku juga posting tentang Pasar Terapung, nah itu adalah event yang akan aku ceitakan kali ini ke kalian. Jadi, aku mau memberitahukan ke kalian kemana saja aku hari itu dan apa saja yang aku lakukan pada hari itu.

Tepat pada hari Senin, pukul 04.00 WITA di Swissbell Hotel, aku sudah berada di lobinya untuk melakukan registrasi. Ya, registrasi untuk gathering dari kementerian dengan tema "Gathering Positif Bermedia Sosial".

Saat registrasi para peserta dibagikan tas, topi, pulpen, sedotan alumunium dan berbagai perlengkapan untuk dibawa saat gathering ini berlangsung. Kita juga dibagikan 2 kelompok yaitu Sasirangan dan Purun. Aku sendiri masuk ke kelompok Sasirangan dan teman aku satunya masuk ke kelompok Purun. Iya, kita cuma 2 blogger yang datang mewakili gathering ini dan aku hadir sebagai perwakilan dari Blogger Crony.

Setelah registrasi, kita diberikan sarapan pagi dan boleh minum teh ataupun kopi hangat yang disediakan di lobi hotel serta diperbolehkan untuk sholat subuh juga. Untungnya rumah aku dekat jadi bisa sholat subuh di rumah terlebih dahulu sebelum ke event.


Selesai semua peserta berkumpul lalu kita keluar hotel dan menuju ke pinggir sungai untuk naik kelotok buat menyusuri sungai martapura. Kelotok sendiri adalah alat transportasi air yang ada di Banjarmasin, jadi dahulu semua orang bertrasnportasi dan bertransaksi melalui kapal-kapal kecil yang disebut jukung dan juga kelotok ini.

Oh ya, acara dalam Gathering Positif Bermedia Sosial ini dimulai dengan Susur Sungai kemudian ke Pasar Terapung lalu ke lokasi kerajinan Sasirangan/Purun dan terakhir adalah Gathering Positif Bermedia Sosial-nya ya.

Lanjut cerita tadi, langit masih begitu gelap, kami menyusuri sungai dengan kelotok. Tampak indah karena cahaya-cahaya lampu masih menyala dan makin indah ketika matahari mulai menampakkan dirinya sedikit demi sedikit. Serius, sunrise pagi kala itu begitu indah dengan cahayanya yang indah.


Dari Susur Sungai ini kita bisa melihat berbagai monumen-monumen yang ada di Banjarmasin, rumah adat Banjar di pinggir sungai kemudian aktivitas warga banjar di pagi hari, yang rumahnya masih ada di pinggir sungai. Ya, Banjarmasin kota Seribu Sungai.

Perjalanan yang begitu asik sambil melihat sunrise dan tak terasa kami sampai ke Pasar Terapung Lok Baitan. Disana kami sudah ditunggu-tunggu oleh paman dan acil-acil (sebutan untuk orang yang berjualannya) yang berjualan berbagai macam hasil kebun mereka maupun hasil kreativitas tangan mereka.

Pasar Terapung itu layaknya pasar tradisional seperti biasanya, hanya saja bertransaksinya di atas sungai tetapi ini memang yang menjadi pembedanya ya. Pasar Terapung di Banjarmasin ini bukan pasar terapung buatan melainkan memang kegiatan masyarakat banjar yang melakukan transaksi dari atas air sungai.


Sampai di Pasar Terapung Lok Baitan, tetnunya kami melakukan transaksi, ada yang membeli buah, ada yang membeli gorengan, ada yang sarapan pagi makan soto banjar, ada yang beli kerajinan tangan masyarakat berupa topi dan banyak hal lainnya. Aku sendiri saking bingungnya, akhirnya aku cuma membeli gorengan tahu isi dan tempe sedangkan teman-teman satu kapal dengan aku ada yang sarapan sate dan membeli buah jeruk.

Selesai dengan transaksi di Pasar Terapung kami dibawa kelotok ke tempat bus kami yang sudah menunggu di pinggir sungai. Dari bus ini kami dibawa ke tempat kerajinan tangan yang berbeda, ada di kelompok purun dan sasirangan. Aku sendiri dibawa ke lokasi sasirangan ya.

Di tempat sasirangan kami diajarkan mulai dari menggambar di atas kain putih, kemudian menjahit atau disebut jelujur si kain yang sudah kita gambar tadi. Proses menjahit ini begitu susah apalagi setelah jahitan selesai dan kita harus tarik benangnya lalu diikat mati, proses ini begitu sulit untuk aku yang tidak terbiasa dengan hal ini.

mulai menjahit/jelujur

hasil jelujur

tahap pewarnaan


Selesai semua kemudian tahap terakhir dari sasirangan ini tentu adalah pewarnaannya. Tahap ini juga cukup sulit karena menggabungkan warna-warna yang diinginkan itu cukup sulit jika tidak terbiasa lho. So, semua pegawai yang mengerjakan sasirangan ini sangat keren sekali.
*Sasirangan = Batik Banjarmasin

Pulang dari tempat sasirangan ini kami membawa pulang kain sasirangan yang kami buat dong. Yuhhhuuuu menyenangkan sekali 😎. Kembali naik bus kami dibawa ke lokasi gathering di Bekantan Park. Di lokasi gahering ini disediakan makan untuk makan siang dan juga melakukan sholat bagi yang muslim. Baru setelah semuanya selesai, acara dimulai kembali.

Acara gathering dibuka dengan tarian pembuka, lalu hadir pembawa acara dan sambutan-sambutan dari para pengisi acara mulai dari Wakil Walikota Banjarbaru sampai youtuber ibukota. Banyak sekali informasi yang aku dapatkan dari gathering kali ini, yaitu :


  • Wakil Walikota Banjarbaru (Dermawan Jaya)
Banjarbaru adalah kota pelayanan yang berkarakter. 5 karakter kota Banjarbaju adalah religius, berakhlak mulia, cinta tanah air, etos kerja tinggi dan lemampuan berwirausaha. Banjarbaru juga mempunyai tagline yaitu food, fashion and fun.

Banjarbaru adalah kota masa depan dengan mempunyai 500 hektar untuk perkantoran. Kota Banjarbaru kedepannya akan mempunyai kota berbasis bandara - kawasan satelit. Nanti akan dilakukan penambahan armada pesawat yaitu tahap pertama 1,3 juta penumpang menjadi 3,6 juta, tahap kedua menjadi 7 juta dan tahap ketiga menjadi 10 juta.


Di Banjarbaru Pelaku UKM disebut Pelaku Ekonomi Kreatif. Perkembangan UKM di Banjarbaru tercepat di Indonesia. Banjarbaru mendapatkan ranking ke 4 Start Up di luar pulau jawa dalam ekonomi kreatif.

Nah, untuk hal-hal kreatif yang ada di Banjarbaru, kalian bisa bagikan di sosial media dan tag akun-akun sosial media di Banjarbaru agar orang lain bisa melihat dan tahu mengenai hal tersebut. Itulah postifi bermedia sosialnya.

  • Perwakilan Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental (Ahmad Rumadi)
Kalimantan Selatan adalah penyumbang pengguna sosial media ke 3 di Indonesia. Sosial media bisa digunakan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Kalimantan Selatan ingin mengembangkan teknologi tepat guna yaitu internet digunakan sampai ke pelosok desa.

Bebas penggunaan kantong plastik dan gerakan indonesia bersih dapat dilakukan karena dukungan partisipasi masyarakat luas.


Dari sungai terapung, susur sungai, sasirangan dan purun merupakan pusat perekonomian masyarakat. Ekonomi kreaktif yang ada di Banjarmasin adalah sasirangan dan purun. Kegiatan sekarang ini merupakan kegiatan untuk mempromosikan parawisata banjarmasin. Mempublikasi hal-hal positif yang ada di sekitar kita ke media sosial adalah positifnya bermedia sosial.

  • Perwakilan Facebook Indonesia (Valdryano)
Facebook sekarang bukan hanya menangani facebook saja tetapi juga whatsapp dan instagram tentunya. Untuk membuat konten yang berkualitas itu kita bisa menggunakan video, boomerang dan menggunakan aplikasi foto untuk hasil yang bagus.


Di instagram dibuat boomerang jika kita kreatif kita akan dapat menghasilkan sesuatu yang bagus. Boomerang sebenarnya bukan digunakan untuk selfie tetapi untuk video yang kreatif. Contohnya seperti jika kita menuangkan air ke dalam gelas dan jika menggunakan boomerang maka hasilnya akan bagus.

  • Rumah Kreatif Humaira Kanaya (Lesa Fahriana)
Sasirangan itu mempunyai tagline yaitu meangkat batang tarandam, menjamur kain nang basah. Yang artinya adalah sasirangan itu budaya.

Sasirangan itu dahulu kala digunakan untuk terapi warna oleh nenek moyang kita jika ada yang sakit dan setiap orang menjahit atau menjelujur sassirangan selalu terselip doa didalamnya. Kemudian motif-motif sasirangan itu mempunyai arti-arti sendiri, ada juga motif untuk laki-laki dan perempuan itu berbeda.

Untuk melakukan kerajinan tangan itu tidak harus sesuatu yang susah atau pun mahal karena kreatifitas itu dimulai dari hal kecil. Contohnya saja tas dari purun akan tampak biasa jika tidak kita kreaktivitaskan tetapi akan jauh lebih berharga jika kita hias dengan pita dan hal lainnya dan harga jualnya pun akan makin tinggi. Jadi mulailah dari hal yang kecil dulu ya.

  • Perwakilan Youtube (Bobi Harianto Tarigan)
Perwakilan youtube ini adalah dai Cameo Project yaitu mas iboobs yang menjelaskan mengenai kalau membuat video haruslah didalamnya ada informasi jadi bukan hanya sekedar membuat video biasa dan didalam kita membuat video itu sebaiknya ada konfliksnya agar tidak membosannya ditonton orang dan akan selalu ditunggu video-video terbarunya kita.

Dalam membuat video itu cuma ada 2 hal yaitu kita mau menginspirasi orang atau kita ingin meng-entartaining atau menghibur orang. Kalau tidak ada 2 hal seperti ini maka bye-bye, maksudnya tidak akan laku dan video kita tidak akan ditunggu-tunggu oang lagi. Dua hal tadi yang paling laku untuk tontonan youtube di Indonesia ya.


Selesai semua acara, kami semua kembali naik bus dan diantar ke titik awal pertemuan yaitu di Swissbell Hotel dan kami sampai ke titik awal pertemuan itu sekitar jam 19.00 WITA. Jadi, total acara ini adalah 15 jam dengan keadaan pulang super lelah tetapi tetap menyenangkan kok karena diajakin sekalian jalan-jalan begini.

Semoga kedepannya banyak acara-acara seperti ini ya di Banjarmasin, baik gathering atau pun event. Semoga Banjarmasin makin berkembang untuk semakin-semakin semuanya deh nantinya ya.





LOVE,

0 Comments